BAMBANG ILLY : INGIN POMSI SEPERTI ORGANISASI MERPATI LAINNYA

Keingin mambangun POMSI lebih maju dan berkembang seperti organisasi merpati lainnya, selalu terbenak dihatinya. POMSI yang lahir setenagh abad silam setiap tahunnya selalu menggelar Rakernas (Rapat Kerja Nasional) yang diikuti POMP yang ada didaerah-daerah.
Tapi kemajuan hobi ini kian tahun tambah merosot. Tidak ada perkembangan yang berarti dalam hobi merpati pos. Satu mania muncul, satu mania lama berhenti. Putar otak pun dilakukan. Tapi hasilnya juga belum maksimal. Tak pelak, perkembangan organisasi POMSI pun dijalankan semaksimal mungkin. Dengan harapan entah tahun kapan hobi merpati pos ini bisa berkembang pesat seperti organisasi merpati lainnya.

Setelah mendengar ada kandang nasional yang diwujudkan oleh mania pos kota kembang Bandung ketua POMSI pusat ini pun tersentak ingin kembali membangun POMSI menuju masa depan yang lebih baik. Apalagi melihat antusias mania pos Bandung yang sudi akan perkembangan hobi merpati pos.

” Yang paling tersentak mereka mau rugi demi kemajuan POMSI kedepan. Jika ada tiga atau lima mania seperti mereka disetiap daerah, tentu hobi merpati pos bakal bangkit dan jaya seperti apa yang diharapkan. ” ucap Bambang Illy. Apa yang diharapkan dengan adanya Munas POMSI mendatang, menurut orang nomor satu diPOMSI pusat ini hanya satu keinginannya bagaimana cara mewujudkan organisasi yang baik. Berjalannya agenda lomba maupun organisasinya mulai dari pusat sampai kebawah. Misalnya yang diusulkan oleh Ache Sumantri mania asal Bandung. Setelah POMSI pusat dibawahnya ada POMPDA, lalu POMPLOK. Dimana selama ini POMSI pusat langsung membawahi mania yang ada dibawah. Sehingga kerja POMSI pusat cukup berat.

Jika hal ini dilakukan lewat perwakilan daerah dan lokal, mau tidak mau POMSI pusat hanya mengontrol lewat daerah dan lokal. Tidak lagi sampai kemania bawah. Jika hal ini berjalan dengan baik dan lancar, mau tidak mau arah menuju ke hobi yang profesional bakal terwujud. Lomba kandang nasional bakal sering digelar, dan yang sangat diharapkan membuka lomba kandang internasional. ” Lewat merpati pos, kita bawa nama Indonesia kepentas dunia internasional.”harap Bambang Illy mantap. Diakhir perbincangan orang nomor satu di POMSI berkata dengan munas diharapkan ada perubahan yang berarti terutama berjalannya roda organisasi POMSI. Jika sudah berjalan agenda lomba akan terwujud. Selanjutnya hobi merpati pos kian marak sehingga harga jual merpati pos bisa lebih terangkat. Tidak seperti sekarang harga merpati pos sanagat murah, jika dibandingkan dengan merpati pos di negara lain.

INDRA LUKITA : POMP ELANG BANDUNG

Merpati Pos Bukan Hobi Exlusive

Selama ini merpati pos dianggap hobi yang dimiliki kalangan tertentu. Yaitu hobi ini cendrung dilakukan oleh para gegeden atau kalangan ningrat. Kalau melihat dari sejarah memang awalnya hobi ini dimainkan oleh kalangan atas. Karena asal muasalnya hobi ini didatangkan oleh orang-orang Belanda. Tetapi jika mengikuti perkembangan jaman hobi ini sudah bukan lagi monopoli kalangan tertentu. “Ya, karena kini hobi merpati bisa dinikmati oleh semua lapisan. Ada beberapa alasan, yang bisa menjadikan hobi ini  belakangan bisa diterima semua kalangan,” tandas Indra, mantan kicau mania Bandung.

Antara lain saat ini darah-darah juara merpati pos sudah menyebar. ” Sehingga, para pemula bisa mendapatkan bibitan juara dengan mudah dan harganya relatif murah. Secara ekonomis, memelihara merpati pos juga tidak menghabiskan biaya yang banyak,” tambah Indra pentolan POMP Elang Bandung. Asalkan kita memiliki lahan yang cukup untuk membuat kandang yang standar, kita bisa memelihara puluhan bahkan ratusan merpati. Soal biaya perawatan juga bisa ditekan. Yang penting kita sudah cukup memberikan makanan yang dibutuhkan merpati, seperti jagung, vitamin dan lain-lainnya.

Memasyarakat Hobi Merpati Pos

Jika ditekuni dengan serius tak menutup kemungkinan hobi ini bisa mendapatkan keuntungan. Apalagi jika melihat perkembangan hobi merpati pos belakangan semakin berkembang dan mulai memasyarat. Bisa mencetak prestasi pada lomba-lomba mulai lokal (Intren perkumpulan = POMP) hingga Nasional, memiliki nilai jual yang cukup menggiurkan.

” Dibandingkan kicauan atau merpati balap, merpati pos malah menurut saya lebih simpel dan tak hanya mengeluarkan biaya. Dengan hanya santai dirumah kita bisa sambil berlomba dan menyalurkan hobi,” tuturnya. Setidaknya Indra telah membuktikannya hal itu. Saat mulai terjun di dunia merpati pos, tahun 2001 ia hanya mengandalkan bibit dari kerabatnya yang lebih dahulu main merpati pos. Setelah menekuninya perlahan-lahan ia mulai memahami karakter dan teknis pembiakan merpati pos. Dirumahnya ia mempunyai 10 kandang yang diisi kira-kira 500 ekor lebih burung. Masing-masing kandang rata-rata berukuran 3×4 meter dengan tinggi 2 meter. Kesepuluh kandang tersebut terbagi menjadi beberapa kandang antara lain : 2 kandang khusus bibit ternak, 3 kandang bibit ternak, 1 kandang untuk burung jantan, 1 kandang untuk burung betina, 1 kandang untuk piyik merpati pos dan 2 kandang sisanya untuk burung siap lomba.

” Saat ini yang siap lomba ada 20 ekor-an burung,” ujar pria yang juga aktif memasyarakatkan hobi merpati pos melalui kepengurusan POMSI pusat. Berkat ketekunan dan semangat yang tinggi, wawasan mengenai dunia merpati pos pun semakin banyak ia kuasai. Selain banyak berdiskusi dengan para senior, ia juga rajin membaca buku-buku dari luar dan mengunjungi beberapa website di Internet. Ilmu yang dikuasainya kemudian ia terapkan dalam breeding. Dalam kurun waktu yang relatif singkat, setahun kemudian ia mampu mencetak burung-burung juara. Pada beberapa gelaran lomba seperti lomba POMP Elang maupun Nasional (Presiden Cup) ia sukses menempatkan menempatkan andalan-andalannya diperingkat atas. Bahkan tak jarang mendominasi dalam suatu lomba. Tentunya ini suatu prestasi yang luar biasa bagi debutan seperti Indra.

HANS HANIBAL DARI JAKARTA

Aku mendapatkan Merpati Pos Racing Pigeon waktu bertugas di Bandung dari kampium Merpati Pos Pomp ALBD Bandung yang pernah melegenda dalam sejarah Merpati Pos Indonesia karena penerbangan dari Ruteng dan Bima yangmana kedua tempat tersebut lebih jauh dari Lombok yang saat ini dipakai sebagai Lomba Extreme Long Distance ( Over Night) Pomp Lang Lang Buana Indonesia.

Strain  Dekors/ Devos menurut Pak Sujad Pomp ALBD Bandung dan Alm Sadikun Pomp LLB Jakarta yang aku dapatkan sepasang dari kampiun Pomp ALBD Bandung merupakan master breeder di kandang merpati posku dan saat ini anak anaknya telah dilatih hingga Denpasar Bali dan Lombok.
Adapun ciri khas dari merpati pos Dekors/ Devos adalah warna di hidung merah jambu dan jika dibuka sayapnya akan terlihat pada bagian bawah  warna semburat merah muda.
Dalam perlombaan Kandang Nasional Jakarta tahun 2010 kemarin, dari seluruh POS penerbangan Pekalongan, Demak dan Lasem di Kandang Nasional Jakarta merpati pos no Pomsi 09 – 883 mendapat posisi nomor 6 dari sisa peserta yang ikut di seluruh Indonesia.
Semua merpati Pos dikandangku hampir 80% berbasis  Devos  dari Bandung, Red Vos, TFPF De Zwarte, CFPF, TOIF, CBL maupun Bandit Grizzle yang mana tidak terlalu menonjol, walaupun aku berharap mendapat Strain sprint seperti saudaranya di Belgia & Amerika.
Aku sendiri hanya Hobiis yang tidak mengikuti anggota POMSI atau lainnya dan beberapa kali bertemu dengan Alm Bapak Sadikun LLB Jakarta, Alm Bapak Komar ALBD Bandung, Bapak FN Gunawan ALBD Bandung dan yang  paling mengesankan adalah Bapak Henry Yin LLB Jakarta yang mempunyai merpati pos unggulan baik jarak  di SPRINT, MIDDLE dan LONG DISTANCE . 

HENRY GUNAWAN DARI LANGLANG BUANA JAKARTA

“Bagi saya, seekor bibit betina utama dalam 1 tahun hanya boleh bertelor 2x atau 4 butir telor saja, dan harus sedang dalam keadaan prima. Maksudnya agar kondisi bibit utama itu tidak cepat rusak badannya dan juga untuk menjaga kualitas telor dan anakan itu sendiri.”  Begitu ungkapan Henry Yin Penggemar Merpati Pos Lang Lang Buana.

Beberapa artikel-artikel menarik dari Henry Yin mengenai Merpati Pos.

Pada masa kini lomba merpati pos sama dengan :

A. Adu BIBIT

B. Adu Management dan Perawatan

Untuk menjadi pemenang, selain memiliki bibit yang hebat, kita juga harus mengetahui kesehatan dan kondisi merpati pos kita. Ada 5 tanda tanda untuk mengetahui merpati pos kita dalam kondisi “PRIMA” yaitu

1. Bulu yang mengkilap.

Bulu bagi merpati selain untuk menahan air, angin, dingin dan juga menahan sinar ultra violet. Tetapi yg lebih penting lagi untuk terbang. Merpati yang sehat Kelenjar minyaknya lebih subur dan akan membuat bulunya menjadi mengkilap dan licin. Dengan demikian bulunya lebih tahan air dan tahan kotoran yang menempel pada bulunya. Dibawah sinar matahari kelihatanya sangat indah dan mengkilap. Jika dipegang juga sangat licin bulunya. Beda dengan merpati yg sakit, bulu mereka akan menjadi kotor, kusam dan tidak lagi mengkilap.

2. Kulit yang licin

Merpati jika dalam kondisi prima, otot pada dadanya akan kelihatan sangat licin, tidak berkerut, tidak bersisik dan berwarna merah muda. Juga kelihatannya seperti kulitnya sangat tipis dan bening. Daging dadanya juga sangat mengembang, jika ditekan berasa seperti bola. Karena merpati yg sehat sirkulasi darahnya sangat lancer, metabolismenya juga sangat baik. Merpati yg kurang sehat atau kurang prima karena jarang terbang, daging pada dadanya akan banyak sisik, berkelut, dan berwarna putih.

3.  Mata yang bersinar

Merpati dalam kondisi Prima, warna matanya menjadi sangat bersinar dan jernih. Kadang seperti dilapisi minyak, pupilnya juga lebih sering bergerak membesar dan mengecil jika dilihat dibawah sinar matahari. Merpati yg sakit warna matanya menjadi redup dan berair.

4.  Kaki yang hangat

Karena kondisi badannya sangat prima, tentu kaki merpati menjadi hangat, merah terang dan bersih. Sisik pada kaki juga seperti dilapisi lilin, jadi kotoran tak mudah melekat.

5.  Lebih suka terbang

Dalam kondisi yg sangat prima, merpati pos suka sekali terbang, kadang bisa terbang lebih dari 1 jam sampai 2 jam tanpa berhenti. Apabila dalam terbang kelompok itu kita melihat kumpulan terbangnya berbentuk satu garis mendatar, ini berarti merpati pos kita sudah dalam kondisi sangat prima dan sudah siap dilombakan. Karena semua merpati pos yg kondisi sangat prima itu mau menjadi penerbang yg terdepan. Selain ini, merpati pos nya juga menjadi sangat sensitive dan waspada. Mereka mendenger sedikit suara aneh atau melihat sesuatu yg lain, mereka akan mendadak terbang lagi. Demikianlah sedikit pengalaman dari saya. Jika ada yang salah mohon dikoreksi.  http://newcbl.homestead.com/HenryG.html

website : http://modernlandracingpigeon.com/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.